Setiap orang tua pasti ingin pendidikan yang terbaik untuk anaknya. Namun dengan perkembangan zaman serta inflasi, dana pendidikan juga ikut melonjak dari tahun ke tahun. Sayangnya tidak semua orang tua sadar akan kondisi ini.
Biaya pendidikan yang tidak terencana dengan baik tentu tidak bisa menghadapi tantangan tersebut. Oleh sebab itu pemahaman soal realitas inflasi biaya pendidikan sampai cara mengamankannya harus diketahui sejak dini.

Realitas Inflasi Biaya Pendidikan
Pendidikan adalah kebutuhan semua anak dan nilai pentingnya sudah menjadi pondasi semua orang dalam kehidupan. Bertambahnya dana pendidikan karena inflasi juga sudah menjadi kondisi yang tidak bisa terelakkan.
Namun realitanya, kenaikan biaya pendidikan karena inflasi ini jauh lebih tinggi daripada kenaikan barang pokok dan gaji tahunan. Mengandalkan sisa gaji bulanan saja tidak akan cukup jika ingin menghadirkan pendidikan terbaik untuk anak sampai jenjang kuliah.
Memilih abai akan kondisi ini dan menunda perencanaannya akan memberi dampak psikologis dan finansial kepada keluarga. Padahal seharusnya biaya pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan keluarga.
Strategi Mengamankan Biaya Pendidikan Anak
Karena biaya pendidikan ini sangat penting, maka penerapan cara dan strategi mengamankannya harus dari sekarang. Berikut beberapa cara mempersiapkan biaya pendidikan untuk anak:
1. Hitung Estimasi Biaya
Cara dan strategi pertama untuk menyiapkan dana pendidikan adalah dengan menghitung estimasi biayanya. Namun sebelum menghitung, tentukan dulu target sekolah dan lakukan survei untuk mencari tahu biayanya saat ini.
Setelah tahu biaya per tahun ini, kemudian hitung nilai masa depan saat anak sudah mulai masuk sekolah. Pakai rumus inflasi dengan asumsi kenaikan 10-15% per tahun. Lakukan ini untuk jenjang yang diinginkan.
Melalui perhitungan yang sistematis, maka data target akan diketahui. Saat target sudah ada, maka tinggal menghitung berapa dana yang wajib tersedia dan harus menyisihkan berapa per bulan untuk memenuhinya.
2. Pemisahan Rekening
Agar biaya sekolah cepat terpenuhi tanpa terganggu kebutuhan lain, maka lakukan pemisahan rekening. Jangan menyatukan rekening untuk biaya operasional rumah dan rekening untuk biaya sekolah untuk menghindari bocor halus.
Kalau perlu buka rekening khusus, bisa memakai fasilitas tanpa kartu ATM dan mobile banking atau jenis lainnya. Cara ini selain bisa mengamankan data, juga bisa menghindari penggunaan di luar kebutuhan yang seharusnya.
Jika ingin proses menabung lebih sistematis, maka jangan lupa memanfaatkan sistem auto-saved. Jadi setiap ada pendapatan masuk di awal bulan, biaya pendidikan akan langsung berpindah ke rekeningnya sendiri.
3. Diversifikasi Instrumen Investasi
Salah satu cara agar dana pendidikan lebih cepat terkumpul dan tidak tergerus inflasi adalah dengan menempatkannya di instrumen investasi. Namun untuk melakukannya, pilih yang minim risiko dan lakukan diversifikasi.
Langkah ini lebih potensial untuk pemula. Perlu diingat bahwa biaya pendidikan bukan dana khusus untuk investasi. Jadi jangan letakkan di instrumen penuh risiko atau menempatkannya di satu lubang yang sama.
4. Proteksi Asuransi
Perencanaan biaya pendidikan saja tidak cukup jika tidak menambah proteksi asuransi. Bagi pencari nafkah utama, asuransi ini sebagai jaring pengaman agar sekolah anak tetap terjamin meski terjadi kondisi tidak terduga.
Namun untuk pemilihannya, pastikan sudah mampu membedakan jenis asuransi murni yang tepat untuk proteksi dan instrumen investasi mandiri. Semakin tepat pilihannya, maka biaya pendidikan semakin terjaga.
Penutup
Saat ini, dana pendidikan adalah investasi terbaik untuk anak. Kepastian masa depan pendidikannya tidak bisa hanya melalui perhitungan angan-angan dan harus melalui rancangan sejak dini yang tepat sasaran.

Berbagi wawasan seputar parenting, pendidikan anak, dan literasi keuangan keluarga.
