Rincian cara membuat target keuangan keluarga dimulai dengan memahami tujuan yang ingin dicapai. Selain itu, keluarga juga wajib menyesuaikan target keuangan dengan kondisi finansial sekarang.
Seiring bertambahnya usia anak, kebutuhan keluarga akan terus berkembang. Mulai dari biaya pendidikan, kesehatan, kebutuhan sehari-hari, hingga persiapan ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Maka dari itu, rencanakan target keuangan secara bijak.

Bagaimana Cara Membuat Target Keuangan Keluarga?
Pada prinsipnya, tidak ada satu cara yang pasti efektif untuk semua kalangan keluarga. Hal ini dapat terjadi karena jumlah pendapatan, tanggungan, gaya hidup, serta rencana masa depan setiap keluarga tentu berbeda.
Walaupun begitu, cobalah beberapa cara membuat target keuangan keluarga di bawah ini. Tahap-tahap di bawah ini bisa menjadi dasar dalam menyusun anggaran dan menentukan strategi menabung.
1. Tentukan Tujuan Keuangan Keluarga
Masing-masing keluarga pasti memiliki target keuangan yang tidak sama. Untuk keluarga dengan anak, salah satu tujuan utama biasanya berkaitan dengan pendidikan. Di era sekarang biaya pendidikan tergolong mahal.
Orang tua perlu memperkirakan jenjang pendidikan yang ingin dipersiapkan, perkiraan waktunya, serta kebutuhan biayanya. Tujuan lain seperti dana kesehatan, membeli rumah, kendaraan, atau persiapan pensiun juga harus dipertimbangkan.
Prioritaskan tujuan dengan nilai yang lebih tinggi daripada mendahulukan pengeluaran yang bersifat konsumtif. Rumus mengatur keuangan rumah tangga akan lebih mudah tercapai ketika penentuan tujuannya sudah jelas.
2. Hitung Kondisi Keuangan Saat Ini
Catat seluruh sumber pendapatan, seperti gaji, usaha, bonus, maupun pendapatan tambahan. Kemudian catat pengeluaran rutin, cicilan, tagihan, tabungan, investasi, serta kewajiban lainnya setelahnya.
Pencatatan ini memberikan gambaran mengenai jumlah uang yang benar-benar tersedia untuk mencapai target. Dengan begitu, cara mengatur keuangan rumah tangga akan lebih tepat dan sesuai.
Selain itu, keluarga juga wajib menghitung total aset dan utang. Aset mencakup tabungan, deposito, investasi, kendaraan, properti, dan aset berharga lainnya, sedangkan utang mencakup cicilan rumah, kendaraan, kartu kredit, atau pinjaman.
3. Buat Target yang Spesifik dan Realistis
Target keuangan keluarga sebaiknya tidak berhenti pada keinginan memiliki tabungan yang cukup. Penentuan target harus dibuat lebih spesifik dengan mencantumkan jumlah dana dan batas waktu.
Sebagai contoh, orang tua menargetkan dana pendidikan anaknya sebesar Rp150 juta dalam 10 tahun. Target seperti ini lebih mudah dipantau karena memiliki angka dan tenggat waktu yang jelas.
Setelah menentukan nominal, hitung kebutuhan tabungan secara berkala. Jika target Rp150 juta ingin dicapai dalam 10 tahun tanpa memperhitungkan hasil investasi, keluarga perlu menyisihkan rata-rata Rp15 juta per tahun.
Meski demikian, cara membuat target keuangan keluarga harus tetap mempertimbangkan perubahan kondisi ekonomi. Target yang realistis justru lebih berpeluang dipertahankan secara konsisten daripada target besar yang sulit dijalankan.
4. Susun Prioritas Berdasarkan Kebutuhan
Pertanyaan mengenai bagaimana cara mengelola keuangan keluarga pasti memiliki kaitan yang erat dengan prioritas kebutuhan. Pada dasarnya, tidak semua target keuangan memang memiliki tingkat urgensi yang sama.
Dana untuk kebutuhan pokok, dana darurat, dan perlindungan kesehatan perlu diperhatikan sebelum mengejar tujuan finansial yang sifatnya tambahan. Keluarga perlu menentukan mana yang harus dipenuhi dahulu berdasarkan kebutuhan dan waktu penggunaannya.
5. Buat Anggaran dan Rencana Menabung
Susunlah anggaran bulanan sesudah menentukan target dan prioritas. Anggaran tersebut menjadi panduan agar uang yang masuk tidak habis tanpa perencanaan. Di dalamnya memuat pendapatan, kebutuhan rutin, cicilan, tabungan, investasi, dan pengeluaran lainnya.
Saat ini, cukup banyak keluarga yang memilih membagi pendapatan ke dalam kebutuhan, tabungan, serta pengeluaran untuk keinginan. Manfaatkan pula tabel perencanaan keuangan keluarga atau aplikasi untuk mengatur keuangan rumah tangga agar lebih konsisten.
6. Evaluasi Target Secara Berkala
Evaluasi dapat dilakukan setiap bulan oleh keluarga untuk memeriksa pengeluaran dan tabungan. Hal ini bertujuan untuk melihat apakah rencana masih sesuai dengan kondisi terbaru atau tidak.
Perubahan kondisi keluarga juga menjadi alasan penting untuk melakukan evaluasi. Kenaikan atau penurunan pendapatan, bertambahnya kebutuhan anak, perubahan biaya pendidikan, atau munculnya cicilan baru, bisa memengaruhi rencana yang telah dibuat.
Penutup
Cara membuat target keuangan keluarga untuk masa depan anak tidaklah sederhana. Terdapat beberapa langkah yang perlu ditata dengan baik agar pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah.

Berbagi wawasan seputar parenting, pendidikan anak, dan literasi keuangan keluarga.
